VITAMIN PENUNJANG BUDIDAYA UDANG WINDU TON,POC NASA , HORMONIK

Posted by PRODUK LACOCO NASA KEDIRI Friday, 21 June 2019 0 komentar
  1. PENDAHULUAN 
    Budidaya udang windu di Indonesia dimulai pada awal tahun 1980 an dan mencapai puncak produksi pada tahun 1985-1995 .sehingga pada kurun waktu tersebut budang windu merupakan penghasilan dewisa terbesar  pada produk perikanan ,selepas tahun 1995 produksi udang windu mulai menggalami penurunan. hal itu disebabkan olaeh penurunan mutu lingkungan dan serangan penyakit melihat kondisi tersebut ,PT. NATURAL NUSANTARA merasa terpanggil untuk membantu menggatasi permasalahan tersebut dengan produk produk yang berprinsip kepada kualitas ,kuantitas, dan kelestarian [ K-3 ]

    Perkenalkan kami adalah distributor resmi PT .NATURAL NUSANTARA atas Nama SUDJOKO Dengan Kode ID N-469938 ,Kontak kami di 085231271500 semoga artikel di bawa ini bermanfaat bagi pembaca di manapun berada . 

     VITAMIN PENUNJANG BUDIDAYA UDANG WINDU TON,POC NASA , HORMONIK
    11. TEKNIK BUDIDAYA 
    Budidaya udang windu meliputi beberapa faktor yaitu :

    2 . 1 AYARAT TEKNIS 
    * Lokasi yang cocok untuk tambang udang yaitu pada daerah pantai mempunyai tanah bersektur liat atau berpasir yang mudah di padatkan sehingga mampu menahan air dan tidak mudah pecah .

    * Air yang baik yaitu air payau dengan salinitas 0-33 ppt dengan suhu optimal 26-30'c dan brda dari pencemaran bahan kimia berbahaya.

    * Mempunyai saluran air masuk / inlet dan saluran air keluar outlet yang terpisah .

    * Mudah mendapatkan sarana produksi yaitu benur,pakan ,pupuk, obat obatan,dan lain lain.

    *Pada tambak yang intensif harus tersedia aliran listik dan PLN atau mempunyai generator sendiri.

    * TIPE BUDIDAYA 
    Berdasarkan letak ,biaya dan operasi pelaksanaanya ,tipe budidaya di bedakan menjadi :

    TAMBAK EKSTENSIF TRADISONAL
    Petakan tambak sudah pada daerah terbuka ,bentuk petakan teratur tetapi masih berupa petakan luas [1-3ha/petakan] padat penebaran masih rendah ,penggunaan pakan buatan masih sedikit.

    * TAMBAK INTENSIF 
    Lokasi daidaerah yang khusus untuk tambak dalam wilayah yang luas ukuran petakan dibuat kecil untuk enfiensi pengelolaan air dan pengawasan udang ,padat tebar tinggi ,sudah menggunakan kincir,serta program pakan yang baik .

    2.3 BENUR
    Benur yang baik mempunai tingkat kehidupan [survival rate / SR ]yang tinggi ,daya apdatasi terhadap perubahan lingkungan tinggi, berwarna tega /tidak pucat baik hitam maupun merah ,aktif bergerak ,sehat dan mempunyai alat tubuh yang lengkap ,uji kualitas benurdeapat dilakukan secara sederhana ,yaitu letakan sejumplah benur dalam wadah panci atau baskom yang di beri air ,aduk air dengan cukup kencang sellama 1-3 menit ,benur yang baik dan sehat akan tahan tehadap adukan tersebut  dengan berenang melawan arus putaran air dan setelah arus berhenti ,benur tetap aktif bergerak.

    2.4 PENGGELOLAHAN LAHAN 
    Penggelolahan lahan meliputi :

    * Penggangkatan lumpur ,setiap budidaya pasti meninggalkan sisa budidaya yang berupa lumpur organik dari sisa pakan, kotoran udang dan dari udang yang mati.kotoran tersebut harus dikeluarkan karena bersifa racun yang membahayakan udang. penggeluaran lumpur dapat dilakuakan dengan cara mekanis menggunakan cangkul atau penyedot dengan pompa air/ alkon.

    * Pembalikan tanah .tanah di dasar tambak perlu dibalik dengan cara di bajak atau di cangkul untuk membebaskan gas gas beracun [H2S dan amonik ] yang terikat pada partikel tanah ,unutk menggemurkan tanah dan membunuh bibit penyakit karena terkena sinar matahari / utra violet.

    * Penggapuran bertujuan untuk menetralkan keasaman tanah dan membunuh bibit bibit penyakit ,dilakukan dengan kapur zeoleit dan dolomit dengn dosis masing masing 1 ton / ha .

    * Penggeringan setelah tanah di kapur ,biarkan hingga tanah dan menjadi kering dan pecah pecah ,untuk membunuh bibit penyakit.

    * Pelakuan pupuk TON [ tambak organik Nusantara] untuk menggembalikan kesuburan dan menetralkan senyawa beracun.lahan perlu diberi pelakuan TON dengan dosis  5 botol/ ha untuk tambah yang masih baik atau masih baru dan 10 botol TON untuk area tambak yang sudah rusak .caranya masukan sejumlah TON kedala air ,kemudian aduk hingga larut ,siramkan secara merata keseluruh area tanah tambak.

    2.5 .PEMASUKAN AIR
    Setetalh biarkan 3 hari ,air masukan ketambak.pemasukan air yang pertama setinggi 10-25 cm dan biarkab beberapa hari ,untuk memberi kesempatan bibit bibit plankton tumbuh setelah di pupuk dengan TON .setah itu air di masukan hingga minimal 80 cm.perlakukan saponen bisa dilakukan untuk membunuh ikan  yang masuk ketambak .untuk meyuburkan plankton sebeum benur dibenar,air dikapur denhgan dolomit atau zeolit dengan dosis 600 kg/ha.

    2.6 PENEBARAN BENUR 
    Tebar benur setelah air jadi ,yaitu setelah plankton tumbuh yang ditandai dengan kecerahan air kurang lebih 30-40 cm.penebaran benur dilakukan dengan hati hati karena benur masih lemah dan mudah stress pada lingkungan yang baru.tahap penebaran benur adalah :

    *Apdasi suhu.plastik wardag benur direndam selama15-30 menit agar terjadi penyesuaian suhu antara air dikolam dan di dalam plastik.

    *Apdatasi udara plastik dibukadan dilipat pada bagian ujungnya biarkan terbuka dan terapung selama 15-30 menit agar terjadi pertukaran udara bebas dengan udara dalam air di plastik.

    *Apdatasi kadar garam/salintas dilakukan dengan cara memercikan air ttambak kedalam plastik selama 10 menit tujuannya agar terjadi percampuran air yang berbeda salintasinya,sehingga benur dapat menyesuaikan dengan salinitasi air tambak.

    *penggeluaran benur dilakukan dengan memasukan sebagian ujung plastik keair tambak .biarkan benur keluar sendiri keair tambak. sisa benur yang tidak keluar sendiri ,dapat dimasukan ke tambak dngan hati hati /perlahan .

    2.7 PEMELIHARAAN 
    Pada awal budidaya, sebaiknya didaerah penebaran benur disekat dengan waring atau hapa, untuk memudahkan pemberian pakan. Sekat tersebut dapat diperluas sesuai  dengan perkembangan udang, setelah 1 minggu sekat dapat dibuka. Pada bulan pertama yang diperhatikan kualitas air harus selalu stabil. Penambahan atau pergantian air dilakukan dengan hati-hati karena udang masih rentan terhadap perubahan kondisi air yang drastis. Untuk menjaga kestabilan air, setiap penambahan air baru diberi perlakuan TON dengan dosis 1-2 botol TON/ha untuk menumbuhkan dan menyuburkan plankton serta menetralkan bahan-bahan beracun dari luar tambak.
  2. Mulai umur 30 hari dilakukan sampling untuk mengetahui pekembangan udang melalui pertambaan berat udang. Udang yang normal pada umur 30 hari sudah menyampai size ( jumlah udang/kg ) 250-300, Untuk selanjutnya sampling dilakukan tiap 7-10 hari sekali. Produksi bahan organik terlarut yang berasal dari kotoran dan sisa pakan sudah cukup tinggi, oleh karena itu sebaiknya air diberi perlakuan kapur Zeolit setiap beberapa hari sekali dengan dosis 400 kg/ha. Pada setiap pergantian atau penambahan air baru tetap diberi perlakuan TON.

Mulai umur 60 hari keatas, yang harus diperhatikan adalah manajemen kualitas air dan kontrol terhadap kondisi air yang jelek ( ditandai dengan warna keruh, kecerahan rendah ) secepatnya dilakukan pergantian air dan perlakuan TON 1-2 botol/ha. Jika konsentrasi bahan organik dalam tamnbak yang semakin tinggi, menyebabkan kualitas air/lingkungan hidup udang juga semakin menurun, akibatnya udang mudah mengalami stres, yang ditandai dengan tidak mau makan, kotor dan hitam di sudut-sudut tambak, yang dapat menyebabkan terjadinya kanibalisme.
2.8. Panen


Udang dipanen disebabkan karena tercapainya bobot panen ( panen normal ) dan karena terserang penyakit ( panen emergency ). Panen normal biasanya dilakukan pada umur kurang lebih 120 hari, dengan size normal rata-rata 40-50. Sedang panen emergency dilakukan jika udang terserang penyakit yang ganas dalam skala luas ( misalnya SEMBV/bintik putih ).  Karena jika tidak segera dipanen, udang akan habis/mati.

Udang yang dipanen dengan syarat mutu yang baik adalah yang berukuran besar, kulit keras, bersih, licin, bersinar, alat tubuh lengkap, masih hidup dan segar. Penangkapan udang saat panen dapat dilakukan dengan jala tebar atau jala tarik dan diambil dengan tangan. Saat panen yang baik yaitu malam atau dini hari, agar udang tidak terkena panas sinar matahari sehingga udang yang sudah mati tidak cepat menjadi merah/rusak.

III. Pakan Udang
Pakan udang ada dua macam, yaitu pakan alami yang terdiri dari plankton, siput-siput kecil, cacing kecil, anak serangga dan detritus ( sisa hewan dan tumbuhan yang membusuk ). Pakan yang lain adalah pakan buatan berupa pelet. Pada budidaya yang semi intensif apalagi intensif, pakan buatan sangat diperlukan. Karena dengan padat penebaran yang tinggi, pakan alami yang ada tidak akan cukup yang mengakibatkan pertumbuhan udang terhambat dan akan timbul sifat kanibalisme udang.
 
Pelet udang dibedakan dengan penomoran yang berbeda sesuai dengan pertumbuhan udang yang normal
 * Umur 1-10 hari pakan 01
 * Umur 11-15 hari campuran 01 dengan 02
 * Umur 16-30 hari pakan 02
 * Umur 30-35 campuran 02 dengan 03
 * Umur 36-50 hari pakan 03
 * Umur 51-55 campuran 03 dengan 04 atau 04S ( jika memakai 04S, diberikan hingga umur 70 hari )
 * Umur 55 hingga panen pakan 04, jika pada umur 85 hari size rata-rata mencapai 50, digunakan 05 hingga panen.

Kebutuhan pakan awal untuk setiap 100.000 ekor adalah 1 kg, selanjutnya tiap 7 hari sekali ditambah 1 kg hingga umur 30 hari. Mulai umur tersebut dilakukan cek ancho dengan jumlah pakan di ancho 10% dari pakan yang diberikan. Waktu angkat ancho untuk size 1000-166 adalah 3 jam, size 166-66 adalah 2,5 jam, size 66-40 adalah 2,5 jam dan kurang dari 40 adalah 1,5 jam dari pemberian.


 VITAMIN PENUNJANG BUDIDAYA UDANG WINDU TON,POC NASA , HORMONIK




IV. Penyakit
Beberapa penyakit yang sering menyerang udang adalah ;
1. Bintik putih.
Penyakit inilah yang menjadi penyebab sebagian besar kegagalan budidaya udang. Disebabkan oleh infeksi virus SEMBV ( Systemic Ectodermal Mesodermal Baculo Virus ). Serangganya sangat cepat, dalam beberapa jam saja seluruh populasi udang dalam satu kolam dapat mati.
Gejalanya : jika udang masih hidup, berenang tidak teratur dipermukaan dan jika menabrak tanggul langsung mati, adanya bintik putih  dicangkang ( Carapae ), sangat peka terhadap perubahan lingkungan. Virus dapat berkembang biak dan menyebar lewat inang, yaitu kepiting dan udang liar, terutama udang putih. Belum ada obat untuk penyakit ini, cara mengatasinya adalah dengan diusahakan agar tidak ada kepiting dan udang-udang liar masuk kekolam budidaya. Kestabilan ekosistem tambak juga harus dijaga agar udang tidak stress dan daya tahan tinggi. Sehingga walaupun telah terinfeksi virus, udang tetap mampu hidup sampai cukup besar untuk dipanen. Untuk menjaga kestabilan ekosistem tambak tersebut tambak perlu dipupuk dengan TON.

2. Bintik Hitam/Black Spot.
Disebabkan oleh virus Monodon Baculo Virus ( MBV ). Tanda yang nampak yaitu terdapat bintik-bintik hitam di cangkang dan biasanya diikuti dengan infeksi bakteri, sehingga gejala lain yang tampak yaitu adanya kerusakan alat tubuh udang. Cara mencegah : dengan selalu menjaga kualitas air dan kebersihan dasar tambak.

3. Kotoran putih/mencret.
Disebabkan oleh tingginya konsentrasi kotoran dan gas amoniak dalam tambak. Gejala: mudah dilihat, yaitu adanya kotoran putih didaerah pojok tambak ( sesuai arah angin ), juga diikuti dengan penurunan nafsu makan sehingga dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kematian. Cara mencegah: jaga kualitas air dan dilakukan pengeluaran kotoran dasar tambak/siphon secara rutin.

4. Insang Merah.
Ditandai dengan terrbentuknya warna merah pada insang. Disebabkan tingginya keasaman air tambak, sehingga mengatasinya dengan penebaran kapur pada kolam budidaya. Pengolahan lahan juga harus ditingkatkan kualitasnya.

5. Nekrosis.
Disebabkan oleh tingginya konsentrasi bakteri dalam air tambak. Gejala yang nampak yaitu adanya kerusakan/luka yang berwarna hitam pada alat tubuh, terutama pada ekor. Cara mengatasinya adalah dengan pergantian air sebanyak-banyaknya ditambah perlakuan TON 1-2 botol/ha, sedangkan pada udang dirangsang untuk segera melakukan ganti kulit ( Molting ) dengan pemberian saponen atau dengan pengapuran.
 Penyakit pada udang sebagian besar disebabkan oleh penurunan kualitas kolam budidaya. Oleh karena itu perlakuan TON sangat diperlukan baik pada saat pengolahan lahan maupun saat pemasukan air baru.          



TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: VITAMIN PENUNJANG BUDIDAYA UDANG WINDU TON,POC NASA , HORMONIK
Ditulis oleh PRODUK LACOCO NASA KEDIRI
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://www.pusatproduknasa.com/2019/06/vitamin-penunjang-budidaya-udang-windu.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Post a Comment

Buat Email | Copyright of Distributor Resmi Nasa Kediri Jatim .